Dewi Lestari lengkapnya.. Yah, bukan Dewi-nya Dewa, bukan juga MahaDewi atau Dewi Kwam Im...
Mengenal Dewi Lestari--selanjutnya ditulis Dee--sejak awal munculnya trio Rida Sita Dewi (RSD) yang langsung bikin aku jatuh hati dengan karakter vokalnya (alto tapi lembut)..
Setelah RSD vakum, rasanya kangen sekali.. dan terbalas sudah dengan munculnya Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh novel perdana Dee yang brilian banget. Aku semakin jatuh cinta sama sosok Dee, lewat gaya dia bercerita, plot yang dia ambil, sampai kedetilan cerita aku suka. Bahkan cerita bersambung dibuat tanpa kita sadari kalau cerita itu bersambung dan saling terkait...
Formula seperti itu yang buat aku menempatkan Supernovalogy sebagai novel nomor satu dalam daftarku... Dee tidak menempatkan dirinya sebagai penulis dengan genre tertentu, dari genre sains, cerita cinta, komedi, petualangan semuanya dituangkan dalam novel2nya..
Gaya dia mengaduk-aduk emosi pembacanya, gaya dia mengkarakterkan karakter2nya semuanya extraordinary... Mungkin kedengarannya berlebihan tapi buatku pribadi, karakter2 yang Dee buat dalam setiap tulisannya berhasil membekas dalam memoriku.. Diva, Ferre, Rana, Bodhy, Bong, Mpret, Elektra, Bu Sati, Keenan, Kugy dan Remy...
Bobot cerita juga bervariasi, mulai dari berat sampai ringan ada.. 3 Supernova sukses menyeritakan cerita dengan bobot yang berbeda (romantic sains, adventurous and spiritual comedy) tapi tiap novel saling terkait dan masih ada 2 Supernova lagi yang aku tunggu rilisnya..
Pengembangan karakter2nya juga menarik, gak terikat satu waktu bahkan seakan pembcanya diajak mengikuti dan menyelami kehidupan tiap2 karakter... Inovasi2 dalam penciptaan sebuah cerita patut diacungi jempol, ajaib banget...
Maaf, tidak akan ada habisnya ngomongin Dee dan karya2nya... Satu yang penting, SALUT buat Dee dan terus berkarya...
Berikut kutipan dari Filosofi Kopi yang membuatku tetap percaya diri:
